Narasi Berlebihannya “S”
Dear my blog…
Pasti tau khan berita yang lagi HOT belakangan ini. Kasus Video mesum yang diduga mirip Artis ( A, CT & LM ). So pasti semuanya tau berkat pemberitaan – pemberitaan yang santer beredar dari media (cetak & Elektronik). Begitu maraknya pemberitaan itu sampai – sampai masalah lain yang lebih penting untuk Negara ini terbengkalai. Tertutupi begitu saja dengan masalah video tersebut. 
Memang sebagai publik figur yang dikenal banyak orang, membuat apapun yang mereka kerjakan selalu menjadi konsumsi publik. Misal saja pada saat mereka menjalani pemeriksaan, baju yang dipakai ke Polda, warna penutup kepala, senyumnya dan segala macamnya, ditetapkannya “A” sebagai tersangka, sampai yang kemaren permintaan maaf CT dan LM pun langsung menjadi Topik diberbagai media.
Yang membuat saya tertarik menulis uneg – uneg saya di sini adalah NARASI yang disampaikan beberapa Infotainment yang berlebihan terutama “S” dengan presenter dan narasinya Pedas, menggigit, sadis, seram atau apalah yang jelas semuanya sangat berlebihan.
Siang ini berita yang disiarkan seperti pada Infotainment lain, tak lain tak bukan adalah permintaan maaf CT & LM. Narasinya mulai mengaduk emosi pemirsanya, entah itu perbandingan ekspresi ” CT menangis, LM tersenyum dan apa arti senyuman Lm ” dan lain sebagainya dengan narasi – narasi yang cukup membuat telinga gatal. Apanya yang salah dari sebuah permintaan MAAF. Lepas dari tulus atau tidak, dengan menangis atau tersenyum yang jelas permintaan maaf sudah muncul. 
Keluh kesah mengenai narasi yang dirasa berlebihan juga muncul dari kalangan masyarakat. Iseng – iseng membuka website KPI, saya menemukan kalimat pengaduan dari salah satu masyarakat yang isinya seperti ini :
“xxx xxxxxx, Jawa Barat ”
hampir dalam setiap penayangan ***** dan ****** sore investigasi, narasi yang digunakan terlalu berlebihan, dan ini sangat tidak enak didengar, terlalu melebih lebihkan keadaan. gak usah lah terlalu serius dan berlebihan seperti itu, infotainmenti ditayangkan untuk menghibur kan??
——————————————–
hihihihihih.. lega dah keluar uneg – uneg di hati. Yang jelas semoga masyarakat tidak keracunan berita – berita gak penting. 




